Minggu, 23 September 2012

PASSION

Inilah inti jiwa manusia....Jika kita dapat menemukan alasan untuk hidup, jika kita dapat menemukan makna untuk diletakkan di pusat kehidupan kita...Bahkan penderitaan terburuk sekalipun menjadi tertahankan.

| Viktor Frankl |


Membayar Harganya ?
Dia tidak akan mengetahui kedalaman gairahnya pada saat-saat awal. Kita semua jarang begitu. Ketika kita berangkat melakukan petualangan, tak peduli seberapa menakutkan atau menantang, adakah yang lebih mudah daripada awalnya?

KESEDIAAN MENDERITA
Menderita dan menjadi korban adalah satu hal, bersedia menderita bagi suatu perjuangan dan menjadi pemenang adalah hal lain yang sama sekali berbeda. Pada intinya, segala proses dapat diringkas dalam satu kata, yaitu "passion" (gairah).
Passion berarti penderitaan yang murni dan ikhlas, meskipun pendefinisian passion sedalam atau seromantis cinta telah semakin populer. Makna sesungguhnya adalah "ketika kita bersedia menderita untuk apa yang kita sukai, ketika menemukan apa yang kita bersedia bayar harganya, kita menemukan misi dan tujuan hidup kita".

MENEMUKAN KASIH SAYANG
Passion dalam arti paling murni, kesediaan menderita untuk apa yang kita cintai, sering kali adalah pintu yang membawa kita ke jalur kita, mengupayakan sesuatu sesuai harapan seperti apa yang dicita-citakan. Lalu hubungan antara penderitaan, gairah dan pengorbanan, "Sacrifice" - pengorbanan berasal dari bahasa Latin 'sacra', yang berarti tulus atau kudus, dan 'fice' yang berarti melakukan. Sacrifice berarti "melakukan sesuatu dengan tulus".
"Bahwa suatu saat dalam hidupku aku pernah menyerah dan ingin bunuh diri?"
"Dan seseorang berusaha mengembalikan saya ke kehidupan". Panggilan dari jauh, yang menjadi panggilannya untuk kembali ke kehidupan, panggilan itu memberinya tujuan.
"Ayah? Ayah di mana?" teriak anaknya. "Aku perlu Ayah. Aku tidak dapat menemukan Ayah. Ayah? Ayah? Ayah di mana?"
"Aku meletakkan pisau dan menangis merengek-rengek seperti bayi karena saat itu serta di situ aku menemukan alasan untuk teap hidup". Anakku menyelamatkan nyawaku malam itu."

"Manusia yang menjadi sadar akan tanggung jawabnya terhadap orang lain yang menungguinya dengan kasih sayang, atau pekerjaan yang belum selesai, tak akan pernah bisa menghilangkan nyawanya sendiri. Dia tahu "mengapa" dari keberadaannya, dan akan dapat menanggung hampir semua "bagaimana". 
Compassion (belas kasih), yang saya pahami adalah gabungan dari "com", atau bersama, dan "passion", atau menderita. Compassion berarti menderita bersama yang lain. Saya akan selalu bersyukur atas kesediaan orang-orang tercinta yang bersedia menderita bersama saya dan untuk saya.


1 komentar: