Barangkali memang sering ia menjumpainya, terkadang ia temukan disebuah bar ataupun sebuah kedai kopi. Gemar nongkrong bahkan sekadar menghabiskan waktunya hanya untuk menulis dan menghabiskan segelas bir, bahkan lebih. 1…2…3 ting, mereka bersulam untuk merayakan sebuah hajat. Pesta perpisahan lebih tepatnya, 5 tahun mereka terpisah, bertemu hanya dalam hitungan jam lalu “say good bye again n again”. Rasannya tak lengkap jika mereka hanya bertatap muka dalam hitungan jam lalu sama-sama menghilang. Astari mendambakan kehangatan tubuh pria itu, tak hanya mengecap matanya, melainkan ia menginginkan lebih.
Pria itu Roland, yang kini telah beristri tapi belum memiliki seorang anak dari buah perkawinannya. Astari dan Roland adalah sahabat lama, yang telah lama memendam perasaan yang sama namun belum sempat tersampaikan dan tersalurkan. Mereka memiliki hasrat dan chemistri yang sama, meski cinta mereka tak bisa bersatu karna suatu hal. Roland sebelumnya memang sudah pernah melamar Astari, tapi ia menolaknya. Astari tidak bisa menikah dengannya.
Pria itu Roland, yang kini telah beristri tapi belum memiliki seorang anak dari buah perkawinannya. Astari dan Roland adalah sahabat lama, yang telah lama memendam perasaan yang sama namun belum sempat tersampaikan dan tersalurkan. Mereka memiliki hasrat dan chemistri yang sama, meski cinta mereka tak bisa bersatu karna suatu hal. Roland sebelumnya memang sudah pernah melamar Astari, tapi ia menolaknya. Astari tidak bisa menikah dengannya.
ini tentang novel ya??
BalasHapusHmm...masa'sih?
BalasHapusdapet darimana...